Peneliti Temukan Bakteri Usus Berhubungan dengan Penyebab Serangan Jantung

Dalam penelitian ini, peneliti menyelidiki hubungan antara mikrobiota usus dan penumpukan timbunan lemak di arteri jantung.

Sejumlah besar sampel dari pencitraan jantung dan flora usus memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi hubungan baru.

“Di antara temuan kami yang paling signifikan, Streptococcus anginosus dan Streptococcus oralis subsp. oralis adalah dua yang terkuat,” ujar penulis utama dari Uppsala University, Sergi Sayols-Baixeras.

Tim peneliti juga menemukan beberapa spesies yang terkait dengan penumpukan timbunan lemak di arteri jantung terkait dengan tingkat spesies yang sama di mulut. Hal ini diukur dengan menggunakan sampel feses dan air liur.

Tak hanya itu, bakteri ini dikaitkan dengan penanda peradangan dalam darah, bahkan setelah memperhitungkan perbedaan pola makan dan pengobatan antara partisipan yang membawa bakteri dan yang tidak.

“Kami mulai memahami bagaimana inang manusia dan kumpulan bakteri di berbagai kompartemen tubuh saling memengaruhi satu sama lain. Kita sekarang perlu menyelidiki apakah bakteri ini merupakan pemain penting dalam perkembangan aterosklerosis,” pungkasnya. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi