WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kuasa hukum keluarga Ibu S, Rahmad Danur membantah narasi yang beredar terkait dugaan adanya intervensi jabatan dalam polemik kasus dugaan perundungan pelajar di Banjarbaru.
Kasus ini bermula dari dugaan perundungan yang menyeret anak Ibu S terhadap anak lain di Banjarbaru, dan sempat viral di media sosial.
Di tengah polemik tersebut, keluarga Ibu S kemudian melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak yang disebut, terjadi saat anak mereka pulang sekolah menggunakan ojek online.
Baca Juga: Kloter Terakhir Jemaah Haji Tabalong Siap Berangkat ke Tanah Suci
Baca Juga: Bedakan Liar 3 Pintu di Atas Sungai Dibongkar Sat Pol PP Banjarmasin
Rahmad menyayangkan narasi yang berkembang di publik terkait laporan tersebut.
Ia menegaskan, laporan ke Polres Banjarbaru bukan dilakukan oleh ayah anak tersebut, yang disebut berprofesi sebagai aparat penegak hukum.
Menurutnya, laporan justru dibuat oleh sang ibu untuk menghindari konflik kepentingan.
“Nah tetapi di posisi saat ini, karena seorang APH dan punya jabatan, beliau tidak mau menggunakan jabatan itu. Makanya istrinya yang melapor,” jelasnya, Senin (18/5/2026).







