Harga Bawang Putih Naik, Pengamat Jelaskan Penyebabnya
Senada, Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Eliza Mardian mengatakan penyebab kenaikan harga bawang putih adalah karena kenaikan harga di negara asal impornya terutama China karena 95 persen kebutuhan dalam negeri dipenuhi dari impor.
Kenaikan harga di negara asal impor disebabkan faktor cuaca, termasuk El Nino yang mengganggu produksi pangan termasuk bawang putih.
Ia menyebut pemerintah sejak 2019 sebenarnya sudah mewajibkan importir bawang putih menanam 5 persen dari volume impor untuk menyokong produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.
Kendati demikian, dilihat dari masih besarnya peranan impor dapat dikatakan bahwa kewajiban menanam 5 persen itu belum efektif mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Eliza mengatakan yang menjadi titik persoalan dalam importasi adalah preferensi konsumen Indonesia yang lebih suka bawang putih ukuran besar, sementara bawang putih yang bisa ditanam di Indonesia ukurannya kecil dan produktivitasnya belum optimal.
Sementara itu, Peneliti Indef Rusli Abdullah mengatakan ada dua penyebab harga bawang putih melonjak.
Pertama, suplai yang tersendat karena hambatan dalam proses impor.
Hambatan tersebut bisa karena keterlambatan pengiriman dari negara pengekspor atau masalah administrasi seperti izin impor.
Kedua adalah meningkatnya permintaan terhadap komoditas pangan, termasuk bawang putih.
Hal ini lantaran meningkatnya aktivitas ekonomi setelah kebijakan Pembatasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dicabut.
"Jadi hampir semua barang-barang makanan itu meningkat harganya karena permintaan yang mulai normal kembali," katanya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu