Dinkes Banjarmasin Ajak Masyarakat Peduli Sanitasi Dalam Penanganan Stunting
Beberapa penyebab tersebut, berkontribusi pada masih tingginya prevalensi stunting di Indonesia. Lalu, apa peran kesehatan lingkungan atasi stunting?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber air minum yang tidak memadai dan pengumpulan sampah yang tidak tepat berhubungan dengan kemungkinan yang lebih tinggi dari stunting pada anak.
Sanitasi lingkungan secara tidak langsung mempengaruhi gizi balita. Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita seperti diare dan kecacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah stunting.
Selain itu, kekayaan rumah tangga adalah pelindung dari risiko stunting. analisis PAF menunjukkan bahwa 21,58% dari beban stunting di antara anak-anak U-5 yang tinggal di daerah dapat dicegah dengan menyediakan akses ke sumber air minum yang lebih baik dan pengelolaan limbah padat rumah tangga yang lebih baik untuk mencegah infeksi berulang (Irianti et al., 2019). (edj/*)
Editor: Erna Djedi