Penampilan impresifnya dalam Binalnya Anak Muda (1978), Kabut Sutra Ungu (1979), Gadis Marathon (1981), Budak Nafsu (1983) dan Doea Tanda Mata (1985) mendapat pujian kritis dan membuatnya mendapatkan nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia, semuanya sebagai Aktris Terbaik.
Ia memenangkan dua diantaranya, untuk perannya sebagai istri yang bertahan hidup setelah suaminya meninggal dunia dalam drama keluarga Kabut Sutra Ungu (1979) dan atas perannya sebagai gadis desa yang berjuang mencapai mimpinya menjadi pelari dalam film Gadis Marathon (1981).
Jenny mengawali kariernya sebagai bintang iklan dan model foto sejak usia 14 tahun.
Debut aktingnya dimulai melalui film Ita Si Anak Pungut (1973) arahan Frank Rorimpandey dan menjadi pemerqn utama lewat film Rahasia Gadis (1975).
Keseriusannya dalam film telah ditunjukkan dengan diraihnya dua Piala Citra melalui Kabut Sutra Ungu (1979) arahan sutradara Sjumandjaja dalam FFI 1980 dan Gadis Marathon (1981) arahan Chaerul Umam pada FFI 1982.
Jenny yang pada akhir tahun 70-an dikenal sebagai salah satu bintang dari The Big Five (selain Roy Marten, Doris Callebaute, Yati Octavia dan Robby Sugara).
Jenny juga bisa menjadi magnet layar yang menghasilkan box office bagi film-filmnya, sekaligus memberikan akting yang mampu diapreasiasi kritikus. Oleh karena itu, ia diberi gelar “The Queen of Indonesian Cinema” oleh kalangan pegiat industri film Indonesia.







