Pada periode itu, potensi karhutla bisa lebih besar dibanding saat kemarau basah pada 2020-2022.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) mengklaim pemerintah sudah mengantisipasi potensi meningkatnya kebakaran hutan akibat fenomena iklim El Nino beberapa bulan ke depan.

Direktur Kehutanan dan Sumber Daya Air Bappenas, Nur Hygiawati Rahayu mengatakan selain mewaspadai lahan gambut, pemerintah juga memantau ketat hutan dan lahan kering seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bencana kekeringan ini diprediksi dapat mencapai puncaknya di akhir 2023. (berbagai sumber)

Editor: Yayu