"Jika kita bisa menyeleksi dan mengirimkan imam terbaik ke UEA, kenapa tidak kita juga memperbaiki kualitas imam di masjid-masjid Indonesia. Dengan sertifikasi, imam-imam terbaik akan mengisi dan menghidupkan masjid-masjid tanah air yang mencapai 800.000. Ke depan, imam masjid di Indonesia hafalannya baik, suaranya merdu, terampil mengembangkan masjid, dan sebagainya," paparnya.

Ditambahkan Kamaruddin, pihaknya juga sedang mengkaji masalah honorarium imam masjid.

"Kami sedang menyusun regulasi terkait honorarium imam. Kita harus melayakkan dan mensejahterakan imam-imam di masjid kita. Mudah-mudahan draf regulasi segera mendapat persetujuan pihak terkait," imbuh Kamaruddin.

"Kualitas imam yang baik akan membuat masjid disukai dan didatangi masyarakat. Masjid yang ramai penanda kualitas kehidupan beragama meningkat," tambah Adib, Direktur Urais Binsyar, yang menemani Dirjen dalam kunjungan ini. (edj/hms)

Editor: Erna Djedi