WARTABANJAR.COM, GRESIK - Kegagalan membina rumah tangga yang dialami pria di Gresik, Muhammad Qodad Afalul membuatnya gelap mata.

Pikirannya yang labil membuatnya tega menghabisi putrinya yang masih berusia 9 tahun tanpa rasa penyesalan.

Pria yang akrab dipanggil Affan ini mengaku tidak menyesal sedikit pun telah membunuh darah dagingnya sendiri.

Ia mengaku mengalami stres berat.

Terlebih, setelah istrinya kabur dari rumah untuk menjadi pemandu lagu atau LC (Ladies Companion).

Affan menambahkan, istrinya meninggalkan ia bersama putrinya tiga hari yang lalu.

Ia beranggapan, istrinya telah kembali ke pekerjaannya yang dulu pernah dilakukannya sebelum menikah.

Affan menyebut bahwa istrinya tidak pantas menjadi ibu.

Dia menyesal menjalani hubungan keluarga dengan perempuan yang ditemuinya di tempat hiburan malam itu.

Sementara itu, terungkap, AZ, bocah berusia 9 tahun yang tewas usai ditikam ayahnya, Muhammad Qodad Affalul di rumah kontrakannya di Putat Lor, Menganti, Gresik, sempat menggambar dan menuliskan pesan mengharukan kepada teman-temannya.

Di gambar itu AZ menuliskan pesan 'selamat tinggal'. Korban diduga sudah merasa soal pembunuhan ini.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, pada Jumat (28/4) malam atau sehari sebelum dibunuh, korban sempat menggambar bersama teman-temannya.

Hal itu pula yang menjadikan pelaku sedih lantaran korban sering di-bully.

Dari gambar tangan yang dilihat detikJatim, tampak tiga anak menggandeng tangan dan menangis.

Di atas gambar tersebut terdapat tulisan 'dari Zee untuk Airin'.

Tampak di secarik kertas AZ menggambarkan 4 sosok dirinya bersama tiga orang temannya yang masing-masing diberi nama.

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wildan mengatakan bahwa gambar itu ditemukan di kamar korban.

Saat gambar itu ditunjukkan ke pelaku, pelaku justru menangis. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi