Tambah Pasokan, Indonesia Bakal Impor 2 Juta Ton Beras di 2023
Sampai 24 Maret lalu, penyerapan Bulog baru 48.513 ton beras.
Sedangkan tahun ini, Bulog ditargetkan Bapanas menyerap beras petani domestik sebesar 2,4 juta ton, yang 1,2 juta di antaranya akan menjadi stok akhir tahun.
Dari target itu, 70 persen di antaranya diharapkan bisa diserap kala panen raya sampai Mei nanti.
"Menimbang kondisi di lapangan, target itu hampir bisa dipastikan sulit dipenuhi. Termasuk target menyerap 70 persen dari 2,4 juta ton beras saat panen raya. Sementara peluang terbaik bagi pengadaan Bulog yang di panen raya. Kalau penyerapan saat panen raya terlewat atau tidak tercapai, target hampir dipastikan tak tercapai," jelasnya.
Pada pekan lalu, CBP yang ada di gudang Bulog hanya 280 ribu ton.
Jumlah tersebut sangat kecil, karena mulai Maret hingga Mei nanti Bulog harus menyalurkan bantuan sosial (bansos) beras untuk 21,35 juta keluarga kurang mampu.
Dalam bantuan tersebut, masing-masing keluarga akan mendapatkan beras 10 kg, artinya, perlu 630 ribu ton.
"Kalau mengandalkan penyerapan/pengadaan dari dalam negeri mustahil beras sebesar itu bisa disediakan lewat mekanisme pembelian yang ada. Bapanas memang telah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) di petani jadi Rp5.000/kg dan beras di gudang Bulog Rp9.950/kg. Tapi harga gabah dan beras di pasar masih lebih tinggi dari HPP," katanya.
Khudori menambahkan Bapanas dan Kemenko Perekonomian telah mengumpulkan puluhan penggilingan besar dan menengah untuk membantu memperbesar serapan beras Bulog.
Mereka diminta berkomitmen untuk membantu Bulog, tetapi komitmen yang mampu diikat tidak besar, hanya 60 ribu ton.
Cara-cara ini selain tak banyak membantu, boleh jadi juga tidak ramah pasar.
Pemerintah mesti membuang jauh cara-cara tak ramah pasar.