“Tercatat di seismograf, amplitudo 63 mm durasi 120 detik,” tulis laporan resmi BPPTKG, Rabu pagi.
Kejadian guguran lava sejak rentetan erupsi Sabtu kemarin yakni sebanyak 97 kali kejadian sampai pagi ini sebelum pukul 06.00 WIB.
Aktivitas kegempaan Gunung Merapi per periode pengamatan pukul 00.00 – 06.00 WIB hari ini meliputi vulkanik dangkal (VTB) lima kali; multifase (MP) 14 kali; dan guguran (RF) 30 kali.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran di beberapa titik, yakni di Kali Woro sejauh tiga kilometer dari puncak dan Kali Gendol sejauh lima kilometer dari puncak.
Berdasarkan pemodelan kedua kubah lava tersebut, BPPTKG menentukan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Bebeng, dan Krasak sejauh maksimal tujuh kilometer.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer.
Sedangkan lontaran abu vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak. (berbagai sumber)
Editor: Yayu
Baca Juga: Presiden Jokowi Bakal Blusukan di Pasar Astambul di Agenda Kunjungan ke Kalsel







