WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Penurunan potongan aplikator untuk ojek online (ojol) diucapkan Presiden Prabowo Subianto.
Di depan puluhan ribu peserta perayaan Hari Buruh di Kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026), Prabowo menegaskan besaran potongan aplikator diturunkan hingga di wawah 10 persen.
Selama ini, para pengemudi ojol dibebani biaya potongan aplikator sebesar 20 persen.
Mereka menilai besaran potongan itu sangat memberatkan, apalagi dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil saat ini.
Berbagai upaya mereka lakukan bahkan sampai beberapa kali menggelar demo dan menyampaikan aspirasi ke DPR RI.
Potongan aplikator adalah komisi atau biaya jasa (fee) yang diambil oleh perusahaan penyedia aplikasi (aplikator) ojol) dari setiap transaksi.
Per Mei 2026, aturan baru (Perpres) menetapkan pemangkasan potongan ini menjadi maksimal 8 persen dari sebelumnya 20 persen (15 persen tarif + 5 persen penunjang).
Di depan massa buruh, Prabowo menegaskan ketidaksetujuannya terhadap besaran potongan aplikator yang selama ini berlaku.
Menurutnya, potongan aplikator sebesar 20 persen adalah bentuk ketidakadilan karena perusahaan yang meraup untung besar.







