Mobil Dinas Desa Dipakai untuk Transaksi Narkoba, Satu Pelaku Dibekuk Polisi
WARTABANJAR.COM, TANGERANG - Fakta mengejutkan terkuak dalam pengungkapan kasus dugaan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Polda Banten.
Dalam pengungkapkan yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Banten, diketahui pelaku menggunakan mobil dinas desa untuk bertransaksi narkoba.
Hal itu terungkap setelah Ditresnarkoba Polda Banten mengungkap penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada Jumat (10/2/2023) sekira jam 15.30 WIB di pinggir jalan lampu merah Boru, Jalan Raya Petir - Serang, Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
Hal ini diungkap Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto saat pelaksanaan press confrence pada Senin (13/2) dilansir PMJ News.
Dalam penangkapan tersebut Ditresnarkoba Polda Banten berhasil menangkap FR (20) warga Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten.
Didik mengatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat terhadap adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kota Serang.
Baca juga: Terungkap, Benda Mirip Senjata Api dan Samurai Dibawa Pengemudi Fortuner Arogan Tabrak Brio Kuning
"Setelah mengetahui ciri-ciri pelaku, petugas melakukan penangkapan terhadap sdr. FR pada Jumat (10/02/2023) sekira pukul 15.30 Wib di pinggir jalan lampu merah Boru yang beralamat di Jl. Raya Petir - Serang Kec. Curug, Kota. Serang, Prov. Banten," kata Didik.
Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 paket sabu dengan berat bruto 10,24 gram dan hasil introgasi terhadap sdr. FR, sabu tersebut milik RM alias Agus alias Mpet (DPO) yang akan diambil pada pukul 17.00 WIB di sekitar Simpang Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang.
Pada pukul 17.30 WIB petugas melihat mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu metalik No.Pol : A 1265 N yang dikemudikan RM als Agus als Mpet (DPO) di Simpang Boru, Kecamatan Curug, Kota Serang.
Petugas pun langsung menghadang tetapi mobil tersebut langsung kabur dengan kecepatan tinggi dan hampir menabrak petugas.
Kemudian RM alias Agus alias Mpet (DPO) menabrak motor yang dikendarai ibu-ibu sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur dengan tembakan peringatan ke atas dan ke arah mobil.
"Akan tetapi mobil tetap melaju kencang," ucap Didik.