Dijelaskannya bahwa pasukan semut tersebut terdiri dari siswa mulai jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK yang berada di bawah naungan YPM Sepanjang.

Adapun untuk jenjang SMP/MTs yang terlibat yakni SMP YPM 1 Taman, SMP YPM 2 Sukodono, SMP YPM 3 dan 4 Taman, SMP YPM 6 Tarik, MTs YPM 1 Wonoayu, serta MTs YPM 2 Sidoarjo. Sedangkan jenjang SMA/SMK yakni SMA Wachid Hasyim 2 (YPM) Taman, SMA YPM 2 Sukodono, SMK YPM 1-4 Taman, SMK YPM 5 Sukodono, dan SMK YPM 7 Tarik. Pasukan ini juga ditambah 250 unsur guru dan 500 mahasiswa Universitas Maarif Hasyim Latif atau Umaha.

“Pasukan semut kebersihan akan disebar ke lingkungan dalam dan sekitar Stadion Gelora Delta,” ungkap dia.

Lebih rinci disampaikan Gus Aslam bahwa pasukan t​​​​​erlebih dahulu membersihkan sampah dari titik parkir di Kahuripan Nirwana dan Transmart Buduran.

Mereka juga berjalan kaki dari titik parkir yang jaraknya 2,5 hingga 3 kilometer menuju stadion.

Terkait pendistribusian logistik, Gus Aslam mengemukakan, disebar dari 12 tenda yang didirikan YPM menuju RS Delta Surya. Lokasinya berada di sepanjang Jalan Ponti hingga SMP Negeri 2 Sidoarjo, termasuk di daerah selatan Gelora Delta.

“Logistik tersebut partisipasi dari guru wali kelas, siswa, dan mahasiswa Umaha,” tandasnya.

Sedangkan tim Unusa diterjunkan di akhir acara untuk membersihkan sampah yang ditinggalkan oleh masyarakat selama menghadiri puncak peringatan 1 abad NU.

Tim dibekali dengan kantong plastik tiga warna, yakni merah untuk sampah basah, kuning untuk sampah kering, dan hitam untuk sampah plastik.

Pemilahan ini dilakukan agar mereka bisa memanfaatkan dan menggunakan sampah untuk proses daur ulang sudah terpilah dengan baik.

Di sudut yang lain, tampak pula sejumlah pemulung yang memanfaatkan momentum ini untuk memungut sampah sebagai sarana mengais rejeki. Seperti Romdon dan anaknya memungut sisa-sisa sampah di area stadion.

"Saya biasa memungut sampah. Hari ini ramai orang jadi sampah (botol) yang terkumpul juga banyak," kata dia.