Kemiskinan Ekstrem Masih Terdapat di Banjarmasin, Berpenghasilan Rp 12 Ribu Per Hari
Jika ini berjalan, Ia menuturkan, angka kemiskinan ekstrem di Banjarmasin bisa kita tuntaskan dan harapannya bisa semakin turun.
"Ke depannya, untuk 2024 nanti, bisa lebih fokus penganggaran pada perbaikan rumah-rumah masyarakat miskin ekstrem, lalu ada juga pelatihan keterampilan supaya mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan skill yang telah diajarkan," tuturnya.
Kendati demikian, adanya kendala yang selama ini terjadi yaitu status kependudukannya yang tidak jelas.
“Karena ketika kita menyalurkan bantuan, harus jelas status kependudukannya,” ucapnya.
"Ada yang tinggal di kota Banjarmasin, warga Banjarmasin, namun karena ketidakberdayaan mereka, sehingga untuk administrasi seperti itu, terabaikan, sehingga pada saat penyaluran bantuan, petugas mengalami kesulitan," sambungnya
Harapannya, mereka dapat dibantu dan juga didampingi untuk mengurus administrasi ini dari dinas terkait.
Sementara itu, daerah yang mendominasi angka kemiskinan ekstrem dapat dikatakan di setiap kecamatan pasti ada warga dengan status miskin ekstrem. Hanya saja, yang paling banyak ditemukan di Kecamatan Banjarmasin Selatan dengan kawasan padat penduduk dan kumuh.
"Faktornya macam-macam, ada yang terdampak covid, sampai dampak inflasi," tutupnya. (est)
Editor: Erna Djedi