Muncul buat pembangunan musala ini diawali dengan membangun gapura Pandam Pekuburan.
Dari pembangunan tersebut, terinisiasi untuk langsung membangun musala.
“Kemudian, saya mengumpulkan uang untuk membeli sejumlah kebutuhan pembangunan seperti semen, pasir, batu bata dan lainnya. Lalu, bersama warga kami kemudian gotong royong membangun mushalla itu,” jelasnya.
Menurut Bripka Herry, sekarang mushalla yang dipersembahkan untuk masyarakat ini telah rampung hampir 80 persen dan bisa dipergunakan warga atau peziarah yang ingin melaksanakan ibadah shalat.
“Jika, ada warga yang mau bersedekah untuk kebutuhan musala diperbolehkan,” tutupnya.(aqu/rls)
Editor Restu







