WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sempat viral sebelumnya video diduga seorang maling yang tertangkap oleh warga di kawasan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Minggu (18/12/2022) kemarin, pelaku telah diamankan polisi.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Banjarmasin Utara, Kompol Agus Sugianto, melalui Kanit Reskrim Ipda Sudirno, telah membenarkan kejadian tersebut.

"Kejadian tersebut terjadi di Kompleks Herlina Perkasa Batu Giok Raya RT.46 Kelurahan Sungai Andai, sekitar pukul 07.30 Wita kemarin," ujar Kanit reskrim, Senin, (19/12).

"Pelaku berhasil diamankan warga dan kemudian digiring ke Mapolsek Banjarmasin Utara," lanjutnya.

Pria itu berinisial SP alias Pandi (23), warga Desa Jengkok, RT 06, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sementara korbannya adalah Fajar Parulian Lubis (10), yang saat itu sedang bermain game di ponselnya di halaman rumahnya.

Dari pengakuan korban, papar Sudirno, tiba-tiba pelaku datang dan meminjam hp korban.

"Dengan polosnya korban menyerahkan ponsel yang ia pegang," ucap Sudirno.

Kemudian, pelaku pun langsung berniat kabur dengan sepeda motornya usai berhasil mendapatkan hp sang bocah.

Namun aksinya berhasil digagalkan, karena Fajar langsung berteriak maling beberapa kali.

Mendengar teriakan anaknya, lantas orangtua bocah itu pun langsung datang dan mencegat pelaku untuk kabur.

Tak lama kemudian, warga lain yang mendengar pun turut mendatangi lokasi kejadian serta bersama-sama mengamankan pelaku.

Selanjutnya, Pandi pun digiring ke Mapolsek Banjarmasin Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pria itu terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun seperti pada pasal 362 KUHPidana tentang tindakan pencurian.

Sementara itu, ditambahkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Andai, Aiptu Andri S, pagi itu dia mendapatkan laporan adanya pria yang diduga maling telah jadi bulan-bulanan warga di kawasan itu.

Mendapat laporan tersebut, ia bergegas ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku ke Mapolsek Banjarmasin Utara menggunakan mobil relawan emergency lantaran sebelumnya pelaku sudah babak belur karena diamuk massa.

"Kita langsung amankan (pakai mobil emergency) guna menghindari hal-hal yang lebih jauh dan tidak kita harapkan," tuturnya.