WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mencapai 24.601 kasus sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Kepala Dinas Kesehatan HST dr Desfi Delfiana Fahmi, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Mualim, mengatakan peningkatan tersebut menjadi perhatian pihaknya.

“Tren kasusnya dalam empat bulan terakhir meningkat,” ujar Mualim saat dikonfirmasi, Rabu (26/08/2026).

Catatan Dinas Kesehatan HST menunjukkan jumlah kasus bergerak naik-turun sejak awal tahun. Pada Januari tercatat 4.062 kasus, kemudian meningkat menjadi 4.587 kasus pada Februari.

Kasus kemudian turun cukup tajam pada Maret menjadi 2.604 kasus. Setelah itu, jumlahnya kembali meningkat secara bertahap, yakni 3.070 kasus pada April, 3.157 kasus pada Mei, dan 3.161 kasus pada Juni.

Kenaikan kembali terlihat pada Juli menjadi 3.960 kasus. Angka tersebut menjadi jumlah kasus bulanan tertinggi setelah Februari, dalam periode Januari-Juli 2026.

Di tengah tren tersebut, paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga perlu diwaspadai, karena dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan. Namun, kabut asap bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab ISPA.

Baca Juga: Murakata Mendongeng HST Ajak 750 Anak Kenal Literasi Sejak Dini

Baca Juga: Serunya Bunda Enik Mendongeng di Barabai HST, Anak-Anak Antusias Ikuti Cerita

Mualim mengatakan, pihaknya telah meminta jajaran puskesmas meningkatkan kewaspadaan serta menyampaikan edukasi kepada masyarakat, terkait perlindungan diri ketika kualitas udara menurun.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, kemudian mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kondisi asap cukup tebal,” katanya.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, termasuk asma. 

Dinkes juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menjaga kondisi tubuh.

Selain perlindungan ketika berada di luar rumah, Mualim mengingatkan masyarakat memperhatikan kualitas udara di dalam ruangan.

“Kalau kabut asap cukup tebal, pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup. Kalau memungkinkan, bisa menggunakan air purifier,” ujarnya.