Jeddah Banjir: Dua Tewas, Sekolah dan Universitas Tutup, Sejumlah Penerbangan Tertunda

WARTABANJAR.COM, RIYADH – Sedikitnya dua orang tewas pada Kamis saat hujan lebat melanda Arab Saudi barat, termasuk Jeddah, menunda penerbangan dan memaksa sekolah tutup, kata para pejabat.

“Dua kematian telah dicatat sejauh ini, dan kami meminta semua orang untuk tidak keluar rumah kecuali jika diperlukan,” kata pemerintah daerah Makkah di halaman Twitter-nya.

Jalan yang menghubungkan Jeddah dan Makkah ditutup pada Kamis setelah hujan mulai turun, kata Saudi Press Agency, meskipun kemudian dibuka kembali.

Saluran Al-Ekhbariya menunjukkan cuplikan para jamaah di Masjidil Haram di Mekkah mengitari Ka’bah di bawah hujan lebat.

Baca juga: Dugaan Setoran Tambang ke Petinggi Polri Terkuak di Sidang Ferdy Sambo

Di Jeddah, gambar yang diposting ke media sosial menunjukkan lalu lintas menggeram dan sebagian kendaraan terendam air.

Bandara Internasional King Abdulaziz kota mengatakan bahwa “karena kondisi cuaca, keberangkatan beberapa penerbangan telah ditunda” dan mendesak penumpang untuk menghubungi operator untuk jadwal terbaru.

SPA melaporkan sebelum fajar bahwa sekolah-sekolah di kota itu akan ditutup sementara karena hujan diperkirakan akan berlanjut sepanjang hari.

Sekolah juga ditutup di kota terdekat Rabigh dan Khulais “untuk menjaga keselamatan siswa laki-laki dan perempuan”, tambah SPA.

Baca juga: Pemprov Sumbar Kirim 1,3 Ton Rendang untuk Korban Gempa Cianjur

Pusat Meteorologi Nasional mencatat 179 mm curah hujan pada hari Kamis, jumlah tertinggi yang pernah diterima di kota tersebut.

Hujan turun dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang. di selatan provinsi dalam hujan yang lebih deras dari yang terbesar sebelumnya, pada tahun 2009.

Kota Makkah mempekerjakan 11.800 pekerja lapangan untuk mempersiapkan musim hujan. Ini memiliki mesin dan peralatan untuk menghadapi kondisi yang diharapkan.