Sadis! Rebutan Warisan, Satu Keluarga Dibunuh dan Dikubur Dalam Septic Tank

WARTABANJAR.COM, BANDAR LAMPUNG – Warga Desa Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, dihebohkan dengan penemuan mayat satu keluarga dalam septic tank.

Polisi berhasil mengungkap motif pembunuhan satu keluarga yang ditemukan dalam septic tank dan kebun singkong di Desa Marga Jaya, Kecamatan Negera Batin Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Dua pelaku tega menghabisi nyawa para korban karena masalah rebutan harta warisan.⁣

Teddy menjelaskan, Erwin adalah anak kandung Zainudin.

Dia diduga membunuh ayahnya sendiri karena terkait harta warisan.

Zainudin sendiri diketahui sudah menikah lagi dengan Siti Komariah, korban lain yang ditemukan dalam septic tank.⁣

Total ada lima korban dalam kasus ini.

Empat korban ditemukan di dalam septic tank, satu lainnya ditemukan di kebun singkong.

Empat korban pertama dibunuh oleh Erwin seorang diri.⁣

Dia membunuh tiga korban itu dengan kapak, dan keponakannya dicekik hingga tewas.

Mayat para korban kemudian dimasukkan ke dalam septic tank.⁣

Sementara korban terakhir yang ditemukan di kebun singkong, pelakunya adalah Dicki, anak Erwin.

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna didampingi Kabag Ops Kompol Suharjono. dan Kasatreskrim AKP Andre Try Putra. pada hari Kamis 06 Oktober 2022 di Mako Polres Way Kanan melakukan ekspose atas kasus ini.

Untuk diketahui, gabungan tim tekab 308 presisi Polres Way Kanan dan Polsek Negara Batin Polres Way Kanan berhasil mengamankan diduga pelaku pembunuhan.

Kedua Tersangka insial DW (17 ) dan E (40) berdomisili di Kampung Marga Jaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan, hubungannya kedua pelaku adalah anak dan Ayah kandung.

Kronologis kejadian telah datang warga ke Polsek Negara Batin pada tanggal 1 Juli 2022 dilaporkan orang hilang dengan identitas korban atas nama Juwanda (26), jenis kelamin laki–laki warga Kampung Marga Jaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan.

Baca Juga :   Hanya Beberapa Menit Warga Thailand Habiskan Vaksin Covid-19 yang Dijual Melalui Shopee

orang tersebut hilang tidak diketahui keberadaannya sejak tanggal 24 februari 2022, karena ada kejanggalan atas perginya orang tersebut.

Kemudian kepala desa berkoordinasi dengan Polsek Negara batin, lalu dilakukan penyelidikan hingga akhirnya mengarah ke salah satu pelaku.

Atas informasi yang didapat, dugaan petugas benar setelah melakukan introgasi berdasarkan pengakuan pelaku DW, bahwa bersama E bahwa telah mengakui perbuatannya ikut terlibat dalam pembunuhan korban Juwanda.

Yang mana pelaku pembunuhan tersebut masih merupakan kakak tiri serta keponakan dari korban.

Korban dibunuh dengan cara lehernya dipukul menggunakan besi panjang sekitar 1,5 meter ketika korban sedang tidur didalam rumah.

Setelah korban tak berdaya lehernya diikat dengan tali lalu diseret kedapur, sampai di dapur korban sudah tidak bernyawa lalu korban di angkut menggunakan mobil pick up dibawa ke areal tebu/kebun singkong dan dikubur oleh pelaku.

Motif pelaku dikarenakan pelaku sering bertengkar dengan korban menyangkut masalah warisan

Kronologis penangkapan terjadi pada hari rabu tanggal 5 Oktober 2022 sekitar pukul 07.00 WIB salah satu pelaku DW ditangkap tanpa melakukan perlawanan.

Setelah diamankan dan dimintai keterangan pelaku diminta untuk menunjukan tempat dikuburnya korban, selanjutnya anggota Polsek Negara Batin bersama dengan Perangkat Kampung setempat mendatangi diduga TKP kuburan korban an Juwanda ( 26 ) yang sempat dilaporkan hilang oleh warga Kampung Marga Jaya.

Berdasarkan pengakuan pelaku DW saat beraksi melakukannya bersama E (orang tua kandungnya) selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku E pada hari Rabu tanggal 5 Oktober 2022 sekitar pukul 17.22 WIB,di Dusun Sukajaya Desa Karang Raja Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan tanpa perlawanan.

Saat ini kami bersama tim inafis dan Dokkes Bhayangkara Polda Lampung masih melakukan penggalian diduga kuburan korban pembunuhan dan akan dilanjutkan untuk dilakukan outopsi.

Baca Juga :   ASN Pemprov NTB Harus Beli Tiket MotoGP Mandalika Dibantah Staf Ahli, ini Penjelasannya

Hasil pemeriksaan pelaku E di hadapan Penyidik diduga pelaku telah melakukan pembunuhan lain terhadap empat korban yakni ayah kandung pelaku E an. Zainudin ( 66 ), ibu tiri pelaku an Siti Romlah ( 57 ), kakak kandung pelaku an. Wawan Wahyudin (46) dan terakhir ponakan pelaku an Zahra ( 6 )

Pelaku diduga membunuh keempat korban sekaligus dalam satu waktu dengan menggunakan kapak dan thdp Korban a.n zahra dengan cara mencekik.

Kemudian keempat korban dibuang kesumur yang sudah digunakan sebagai septic tank dibelakang rumahnya korban lalu oleh pelaku langsung ditutup dan dicor menggunakan semen.

Atas perbuatan bersangkutan pelaku dapat dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun , namun bisa berkembang, apabila hasil pemeriksaan pelaku terbukti ada perencanaan akan kami kenai dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau semur hidup.

Barang Bukti yang dapat diamankan berupa satu batang besi panjang sekitar 1,5 meter, satu unit Hand Phone dan satu bilah kapak.

Saat ini penyidik masih dalam tahap pemeriksaan para saksi, dan pemeriksaan lanjutan tersangka, serta olah TKP dan forensik.

Penyidik juga melakukan koordinasi dengan kejaksaan untuk percepatan kelancaran berkas perkara serta mempersiapkan rekonstruksi. (edj/berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU HARI INI