WARTABANJAR.COM, MOSKOW – Pasca direbutnya sejumlah wilayah di timur oleh pasukan militer Rusia, Ukraina terus memutar siasat untuk menghadapi pergerakan masif sang agresor.
Kabar terbaru menyebut, militer Ukraina menjadikan 1 juta warga sipil sebagai prajurit untuk perang menghadapi Rusia.
Hampir lima bulan Operasi Militer Khusus Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) berlangsung, Ukraina sudah kehilangan banyak wilayahnya.
Beberapa di antaranya adalah Oblast (Provinsi) Luhansk, dan sebagian besar Oblast Donetsk, termasuk kota pelabuhan Mariupol.
Baca juga:
Data Kebakaran Jalan Putri Junjung Buih Banjarmasin, 7 Rumah Terdampak
Simak! Cara Menunjukan QR Code untuk Beli BBM di SPBU Tanpa…
Aktor Ini Dituding Nikmati Uang ACT sebagai Brand Ambassador
Meski Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU) kerap mengklaim berhasil memukul unit militer Rusia di berbagai daerah, fakta di lapangan justru membuktikan sebaliknya.
Pasukan militer Ukraina yang dibantu ribuan tentara bayaran asing, mendapat suplai dana dan persenjataan dari negara-negara Barat, tetap saja tak bisa menandingi dahsyatnya serangan armada Beruang Merah.
Dengan sederet fakta itu, Ukraina masih belum mau menyerah. Demi memberikan perlawanan terhadap agresi masif militer Rusia, Ukraina mengubah status 1 juta warga sipil menjadi prajurit.
Dalam laporan Russia Today, jumlah tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dewan Kemanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Alexey Danilov.







