Usai Membangun Ka'bah, di Atas Jabal Kubais Nabi Ibrahim Menyeru Manusia Berhaji
Mujahid menyebut bahwasanya siapa yang tiada menjawab itu seruan maka ia tidak akan menunaikan haji, inilah asal mula ibadah haji.
Haji Merupakan salah satu diantara Rukun Islam, Yajibu fi umur marrotan wahidah ala manistatoa ilaihi sabila, Menunaikan Haji itu wajib seumur hidup satu kali bagi yang mampu melaksanakannya.
Adapun orang-orang yang tidak melaksanakan haji padahal ia mampu melaksanakan haji itu, maka Nabi Saw. Mengancam dengan sabda Beliau :
Man kana muusiran wa lam yahujja wa indahu maalun tajibu fiihiz zakat, walam tusyghiluhu, wala marodhun haabisun, wala sulthonun jaairun, falyamut yahudiyan aw nasroniyya.
Yang Artinya : “Siapa-siapa yang berkecukupan mampu naik haji, dan dan dia tiada menunaikannya. Padahal dia memiliki harta yang dizakati, dan dia tidak disibukkan oleh keperluan yang nyata, atau dihalangi penguasa yang zalim, maka tidak mengapa orang itu mati sebagai Yahudi atau Nasrani".
Dan adapun takaran seseorang itu mampu, itu semua sudah dijelaskan didalam kitab-kitab fiqih dan Manasik.
Nabi Muhammad SAW. bersabda :
Al hajjul mabrur laisa lahu jaza illal jannah, Yang artinya : “ Haji yang mambrur tidak ada balasan baginya kecuali surga, maksudnya dia masuk surga tanpa di azab sebelumnya".
Alamat Haji Mabrur diantaranya ialah perilakunya lebih baik daripada sebelum berhaji, dan ibadahnya pun lebih meningkat dibanding sebelum berhaji.
Allahumma Yasirlana, ziaratan ila makah wal madinah bibarkati Sayyidina, wa habibina, wa Syafiina wa maulana Muhammad.
Mudah-mudahan Jamaah haji pada tahun ini mendapatkan haji yang mabrur, dan kita memohon kepada Allah kiranya tidak mematikan kita semua sebelum kita menginjakan kaki kita ke tanah suci tanah mulia (ila makah wal Madinah) baik itu berhaji ataupun berumroh Ammin Yaa Rabbal Alamin. (*)