Efek samping yang umum dari obat termasuk nyeri otot dan sendi, kepekaan terhadap cahaya, batuk kering dan pusing.
Setiap orang yang terkena terbagi menjadi beberapa tingkatan nitrosamin. Kandungan satu ini dapat meningkatkan risiko kanker jika orang terpapar dalam di atas tingkat yang dapat diterima dan dalam jangka waktu yang lama.
Lebih lanjut Pfizer mengungkapkan bahwa pasien yang telah menggunakan produk tersebut juga harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan.
Guna mendiskusikan lebih lanjut terkait pengaruh produk pada tubuh pasien. Penarikan Accupril juga dilakukan Pfizer secara sukarela.
Dilansir Daily Mail, sejauh ini belum ada laporan insiden secara spesifik yang berkaitan dengan obat tersebut. Serta, tidak ada risiko langsung bagi pasien yang telah mengonsumsi obat tersebut.
Penarikan obat Accupril oleh Pfizer terbagi menjadi lima batch. Masing-masing diantaranya berisi 90 botol yang diresepkan dalam takaran 10mg, 20mg, dan 40mg secara bertahap.
Jumlah pil per botol juga dapat dipecah menjadi lebih kecil.
Di Kanada, Pfizer telah mengumumkan penarikan serupa setelah menemukan adanya hal yang sama berada di atas tingkat yang dapat diterima.
Sebuah pernyataan dari pemerintah Kanada mengatakan bahwa orang yang menelan nitrosamin pada tingkat yang dapat diterima atau di bawahnya selama 70 tahun tidak diharapkan memiliki peningkatan risiko kanker.
Menurut Clinical Calculators, ada 1,3 juta resep Accupril aktif di Amerika Serikat pada tahun 2019 lalu.







