WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pfizer mengumumkan menarik lima batch obat hipertensi Accupril.
Penarikan itu, dilakukan setelah ditemukan adanya kandungan bahan kimia pemicu kanker.
Pengumuman disampaikan langsung Pfizer melalui keterangan terbuka dalam laman resminya.
“Obat-obatan tersebut didistribusikan ke Amerika Serikat dan Puerto Rico pada Desember 2019 hingga April 2022,” tulis pihak Pfizer dalam laman Pfizer.com, Senin (25/4/2022).
Penarikan satu ini dilakukan setelah ditemukannya sejumlah obat mengandung peningkatan kadar agen penyebab kanker yakni nitrosamin.
Accupril pada umumnya diindikasikan sebagai obat hipertensi untuk menurunkan tekanan darah. Accupril juga telah diindikasikan dalam pengelolaan gagal jantung sebagai terapi tambahan.
Sebelumnya, Accupril telah memiliki profil keamanan selama 30 tahun. Hingga kini, Pfizer juga belum mengetahui laporan efek samping yang muncul akibat penarikan tersebut.
Meskipun konsumsinya dalam jangka panjang dapat dikaitkan dengan potensi peningkatan risiko kanker pada manusia, tidak ada risiko langsung bagi pasien yang menggunakan obat ini.
Pasien yang saat ini menggunakan produk tersebut juga diharuskan untuk melakukan konsultasi bersama dokter atau penyedia layanan kesehatan mereka soal pilihan pengobatan alternatifnya.
“Pfizer sangat menekankan keselamatan pasien dan kualitas produk di setiap langkah dalam proses manufaktur dan rantai pasokan. Pfizer telah memberitahu penerima barang langsung melalui surat untuk mengatur pengembalian produk yang ditarik,” tulis pihak Pfizer.







