Menyimak beberapa lagu mereka, karya musik PMN memang terdengar otentik, asyik, sekaligus menggelitik. Band beranggotakan Richie (vokal utama), Oveck (gitar, backing vokal), Denny (bass), Arif (panting), dan Juli (drumm) memainkan musik punk rock dengan nada optimisme yang kuat, penuh pesan-pesan kebersamaan, dan cinta dengan makna luas.

Meskipun progresi yang ditawarkan tidak bisa disebut baru, tapi PMN tetap memberikan kesegaran dalam meramu musiknya. Apalagi dengan kehadiran panting, alat musik tradisional Banjar, yang dijadikan highlight di PMN. Panting yang biasanya dimainkan bersama suling, kendang, atau gong, kini dikolaborasikan dengan distorsi gitar Oveck, betotan bass Denny, dan gebukan drum Juli.

Urusan menulis lagu, vokalis PMN, Richie , adalah tipe orang yang seringkali terkesan tidak konseptual, nggak banyak mikir. Ada positif dan negatifnya, tentu saja. Di satu sisi, PMN bisa berkarya kapan saja, di mana saja, tanpa peduli selera kebanyakan orang.

Tapi di sisi lain, pendengar akan menemukan sesuatu, terutama notasi, yang sudah sangat familier sejak puluhan tahun yang lalu.

Tapi cara Richie itu terbukti berhasil. Buktinya beberapa lagu ciptaannya sama sekali tidak ‘dikoreksi’ oleh Sony Music.

“Saya bilang waktu itu, ‘ini musik kami, diterima atau tidak, ya, monggo," imbuhnya.

Cara menyanyi Richie pada lagu-lagu PMN. Dia menyebut cara bernyanyinya sebagai punk rasa Banjar, nada menyanyinya mengadopsi dari cara menyanyi orang Banjar. (Has)

Editor : Hasby