Strategi ini dilakukan dengan mempolitisasi agama yang digunakan untuk membenturkan agama dengan nasionalisme dan agama dengan kebudayaan luhur bangsa. Proses penanamannya dilakukan secara masif di berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk melalui penceramah radikal tersebut.

“Inilah yang harus menjadi kewaspadaan kita bersama dan sejak awal untuk memutus penyebaran infiltrasi radikalisme ini salah satunya adalah jangan asal pilih undang penceramah radikal ke ruang-ruang edukasi keagamaan masyarakat,” katanya lagi.

Sementara itu, Dosen UIN Banten Dr. Ali Muchtarom menambahkan terkait materi penceramah radikal. Ia mengungkapkan masyararakat dan juga TNI-Polri perlu juga mewaspadai tema ceramah yang menyampaikan tema "al-wala' wal-bara'" atau konsep "mencintai dan membenci" yaitu semangat mencintai kelompok sealiran dan dan membenci kelompok lain yang berbeda keyakinan.

Menurut Dr. Ali Muchtarom doktrin al-wara' wal-bara' akan mempengaruhi pemikiran keagamaan menjadi pemahaman radikalisme.(aqu)

Editor Restu