Kemudian, 14 orang langsung datang ke Posko Ante Mortem untuk melakukan pemeriksaan dan pencocokan sampel DNA.

Kapolres Papua menambahkan, saat ini telah dilakukan rekonsiliasi antara keluarga korban dan keluarga korban untuk mencocokkan sampel DNA, dan tim identifikasi telah mengunjungi rumah kos atau tempat tinggal korban untuk pencocokan Ante Mortem.

"Sampel DNA seluruh korban sudah dikirim ke Puslabfor Jakarta untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. Dari identifikasi sementara visum, 5 korban dan keluarganya telah cocok identitasnya," pungkas Kapolda. (edj)

Editor: Erna Djedi