Filipina Luluh Lantak Disapu Topan RAI, BMKG Sudah Perkirakan Pergerakannya
Organisasi tersebut meminta 20 juta franc Swiss ($21,6 juta) untuk mendanai upaya bantuan darurat dan pemulihan pasca Topan Super Rai di Filipina.
Kerusakan yang terjadi akibat Topan Super Rai disebut Gubernur Dinagat Arlene Bag-ao 'tidak lebih buruk' daripada yang disebabkan oleh Topan Super Haiyan pada 2013 lalu.
Haiyan, yang disebut Yolanda di Filipina, adalah topan paling mematikan yang pernah tercatat. Topan itu menyebabkan lebih dari 7.300 orang tewas atau hilang.
Filipina dikenal sebagai salah satu negara paling rentan di dunia terhadap dampak perubahan iklim. Setiap tahun, negara itu dilanda rata-rata 20 badai dan topan yang merusak ladang, rumah hingga infrastruktur.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya ancaman siklon RAI di wilayah Indonesia.
BMKG update 16 Desember 2021 pukul 07.00/00.00 UTC menyebutkan analisis sikoon tropis RAI terpantau berada di Samudera Pasific sebelah utara Maluku Utara, teptanua di 9.7 derajat LU, 127.7 derajat BT (sekitar 750 kilometer sebelah utara timur laut Tahuna).
Berdasarkan analisis BMKG, siklon ini bertekanan 952 hPa dengan kekuatan 100 knot (185 km/jam).
Bergerak ke arah barat – barat laut dengan kecepatan 24 km/jam menjauhi wilayah Indonesia.
Prediksi BMKG, diperkirakan intensitas siklon tropis RAI menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat menuju kepualauan Filipina bagian tengah.
(edj/berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi