WARTABANJAR.COM - Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 17 Desember 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah 205 orang sembuh per hari.

Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4,1 juta orang sembuh atau tepatnya 4.111.250 orang (96,5%).

Pada kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, bertambah 79 kasus dan totalnya menjadi 4.912 kasus (0,1%).

Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 291 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.260.148 kasus.

Disamping itu, pasien meninggal bertambah 7 kasus dan kumulatifnya mencapai 143.986 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 308.913 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 4.930 kasus.

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah sebanyak 1.043.929 orang dengan totalnya sudah melebihi angka 150 juta orang atau 150.249.500 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 782.417 orang dan totalnya meningkat melebihi 106 juta orang atau angka tepatnya 106.020.538 orang. Serta penerima harian vaksin ke-3 angka bertambah 2.135 orang dengan kumulatifnya melebihi 1,2 juta orang atau 1.268.716 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat 5 provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi.

  1. Provinsi Jawa Barat menambahkan 45 orang dan kumulatifnya 693.024 orang
  2. DKI Jakarta menambahkan 32 orang dan kumulatifnya 850.688 orang
  3. Jawa Timur menambahkan 22 orang dan kumulatifnya 369.979 orang
  4. Jawa Tengah menambahkan 19 orang dan kumulatifnya 455.380 orang
  5. Nusa Tenggara Timur menambahkan 15 orang dan kumulatifnya 62.722 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi.

  1. Kepulauan Riau menambahkan 70 kasus dan kumulatifnya 53.968 kasus, diikuti
  2. Jawa Barat menambahkan 51 kasus dan kumulatifnya 708.537 kasus
  3. DKI Jakarta menambahkan 38 kasus dan kumulatifnya 864.527 kasus
  4. Jawa Timur menambahkan 23 kasus dan kumulatifnya 399.844
  5. Sulawesi Tengah menambahkan 22 kasus dan kumulatifnya 47.227 kasus.