Link Nonton Streaming Gerhana Bulan Sebagian 19 November 2021 Malam ini, Gerhana Bulan Terlama Abad ini Dapat Diamati dari Seluruh Indonesia
Waktu dan wilayah yang dapat menyaksikan fase awal penumbra dan awal sebagian gerhana bulan diawali fase awal penumbra yang terjadi pukul 13.00 WIB atau 14.00 Wita atau 15.00 WIT.
Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase awal ini sebab bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.
Setelah itu, terjadi fase awal sebagian pukul 14.18 WIB atau 15.18 Wita atau 16.18 WIT, yang masih belum bisa teramati dari seluruh wilayah Indonesia.
Puncak Gerhana Bulan Sebagian
Puncak gerhana sebagian terjadi pukul 16.02 WIB atau 17.02 Wita atau 18.02 WIT.
Wilayah yang Dapat Menyaksikan Fase Puncak Gerhana Bulan Sebagian 19 November 2021 Adalah:
1. Provinsi Papua Barat, kecuali Kabupaten Kepualauan Raja Ampat
2. Provinsi Papua
3. Provinsi Maluku meliputi Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara atau Kepulauan Kei, dan Kabupaten Kepulauan Aru.
Fase Akhir Sebagian dan Akhir Penumbra
Adapun fase akhir sebagian terjadi pukul 17.47 WIB atau 18.47 Wita atau 19.47 WIT, dengan wilayah yang dapat menyaksikannya meliputi:
1. Pulau Papua
2. Kepulauan Maluku
3. Sulawesi
4. Kalimantan
5. Nusa Tenggara
6. Pulau Madura
7. Bali
8. Jawa, kecuali Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat
9. Provinsi Kepulauan Riau, meliputi Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas
10. Provinsi Bangka Belitung, kecuali Kabupaten Bangka Barat
Lalu, akan berlangsung fase akhir penumbra pukul 19.05 WIB atau 20.05 Wita atau 21.05 WIT, yang dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.
Gerhana bulan kali ini dapat diamati tanpa menggunakan alat bantu optik apa pun karena terjadi di malam hari sehingga aman untuk kesehatan mata.
Perlu diperhatikan, tanda perbedaan mendasar antara bulan purnama biasa dengan gerhana bulan penumbra yaitu gerhana bulan penumbra akan lebih buram dan redup dibandingkan dengan bulan purnama pada umumnya.
Hal ini akan terlihat jelas saat diamati melalui kamera DSLR, kamera ponsel mode pakar, maupun kamera CCD yang terhubung dengan teleskop dan gawai, gambar hasil jepretan sudah diolah dengan parameter fotografi tertentu yang nilainya sama.