Selain itu juga, Yoeyoen juga mengungkapkan, apabila tidak bisa bertemu dengan Gubernur ataupun hasil dari pertemuan tidak seperti yang diharapkan, kaum buruh akan menggelar aksi akbar, sebagai wujud protes terhadap kenaikan UMP Kalsel yang hanya 1,01% saja.

"Kalau masih tidak menemukan hasil yang memuaskan, kami dari FSPMI dan juga dari aliansi buruh se Kalsel akan menggelar aksi akbar," ungkap Yoeyoen.

"Di daerah lain para aliansi buruh sudah mulai melakukan aksi dalam beberapa hari terakhir ini," lanjutnya.

Ia juga membeberkan bahwa aliansi buruh siap saja kalau UMP Kalsel tidak mengalami kenaikan, dengan catatan pemerintah bisa memastikan kebutuhan barang pokok bisa bertahan dan tidak mengalami kenaikan.

"Namun kenyataannya di lapangan saat ini harga kebutuhan bahan pokok saja sudah mengalami kenaikan," paparnya.

"Jadi kami para buruh, sangat berharap Gubernur kita bisa berpihak dan membela kaum buruh di Kalsel," pungkasnya. (qyu)

Editor: Yayu Fathilal