Ia mengatakan, efek domino dari kelangkaan BBM ini berimbas terhadap harga-harga kebutuhan pokok di pasaran.
Sebab, para sopir yang biasanya dengan mudah mendapatkan BBM harus antre hingga berhari-hari.
Otomatis, ucap Husaini, ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan para sopir.
“Inilah keluhan dari para sopir angkutan. Pihak terkait harus bertindak dengan cepat agar kesulitan para sopir mendapatkan BBM dapat segera teratasi,” tegasnya.
Sales Brand Manager VI PT Pertamina Kalselteng, Fajar Wasis, mengapresiasi KAKI Kalsel yang telah menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut.
Ia mengatakan, beberapa waktu lalu sudah menerima keluhan dari para sopir di Banjarmasin terkait dengan kelangkaan BBM jenis solar ini.
“Saat ini Pemprov kalsel juga sudah ada membentuk Tim Satgas. Tentu masyarakat bisa melaporkan jika menemukan ada penyaluran BBM diluar batas kewajaran. Saat ini sudah ada tiga SPBU yang kami beri sanski karena menyalurkan BBM diatas batas kewajaran,” pungkasnya. (qyu)
Editor: Erna Djedi







