Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ingatkan Jangan Sampai Hutan Sosial Beralih Jadi Perkebunan
Sebelumnya, saat pertemuan dengan warga Dedi Mulyadi sempat ngamuk saat mengetahui hutan bambu seluas 1.300 hektare yang berada di sekitar Waduk Jatiluhur akan diganti dengan pohon pisang.
Kegiatan alih tanam ini dilakukan oleh PT MSP, Perhutani, LMDH Bambu Jaya dan IPP. Mereka berdalih tanaman bambu tidak memiliki nilai ekonomis bagi warga. Sementara pisang bisa membuat warga lebih sejahtera.
Dulu di lokasi itu sebelumnya pernah ditanami pohon pisang namun akhirnya malah rugi karena diserang hama dan penyakit. Lebih parah lagi saat ditanam pisang banyak kawasan yang mengalami longsor.
Menurut Dedu, akhirnya warga menanami hutan dengan bambu.
Diungkapkan Dedi Mulyadi, hasilnya banyak manfaat yang dirasakan oleh warga sekitar, seperti tanaman bambu terbukti kokoh menahan longsor.
Bambu juga menyerap partikel polusi yang berasal dari sentra industri di sekitar Waduk Jatiluhur.
Membuat teduh dan memecah udara agar tidak terjadi angin kencang di sekitar waduk.
Terakhir, nyatanya bambu sangat potensial dari segi ekonomi. Buktinya warga sekitar banyak yang menjadi OKB alias orang kaya baru dengan membudidayakan bambu.
Sekarang yang jadi pertanyaan ini untuk kepentingan warga mana? Warga mana yang mau ditingkatkan kesejahteraannya?