Kepala teknis COVID-19 WHO, Maria van Kerkhove menyebutkan bahwa varian Delta sekitar 50 persen lebih menular ketimbang varian asli SARS-CoV-2 yang mulanya muncul di China pada akhir 2019.
“Sejumlah negara melaporkan lonjakan tingkat rawat inap, namun tingkat kematian yang tercatat akibat varian Delta tidak lebih tinggi,” katanya. (ant)
Editor: Yayu Fathilal







