WARTABANJAR.COM, BARABAI – Beberapa jembatan darurat di wilayah aliran sungai di Kecamatan Hantakan dan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali putus akibat terjangan air sungai yang meluap dan membawa sampah ranting-ranting kayu dan batang bambu, Sabtu (12/6).
Karena putus dan rusaknya jembatan tersebut, warga terpaksa menggunakan lanting (perahu getek) sebagai alternatif transportasi penyebrangan. Seperti yang dilakukan warga Desa Baru, Waki Kecamatan Batu Benawa.
Pj Kepala Desa Baru, Waki, Muhammad Ichwan saat dikonfirmasi menerangkan, jembatan darurat tersebut menjadi akses sangat penting bagi masyarakat, terutama para petani yang ingin berangkat ke kebun karet karena menghubungkan dua desa yaitu Desa Baru dengan Desa Batu Tunggal Kecamatan Hantakan.







