BUMDes Partala Desa Jatuh HST Raup Untung 50 Persen dari Melon, Pemasaran Masih Jadi PR

WARTABANJAR.COM, BARABAI – Di tengah tantangan cuaca dan keterbatasan pemasaran, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Partala di Desa Jatuh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), justru mampu meraup keuntungan hingga 50 persen dari budidaya melon.

Pada panen kedua tahun 2026, BUMDes Partala menghasilkan lebih dari 3 ton melon dari lahan seluas sekitar 0,4 hektare. Jumlah ini memang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5 ton, namun usaha tersebut tetap memberikan nilai ekonomi bagi desa.

Kepala Desa Jatuh, Nasirul Islam, mengatakan penurunan produksi dipengaruhi faktor cuaca yang kurang mendukung selama masa tanam.

“Secara hasil memang ada penurunan, tapi dari sisi usaha masih menguntungkan, sekitar 50 persen tiap panen,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Meski produksi menurun, persoalan utama yang dihadapi saat ini justru terletak pada pemasaran hasil panen. Selama ini, penjualan melon masih bergantung pada tengkulak, sehingga harga jual belum memberikan nilai maksimal.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa untuk mencari strategi pemasaran yang lebih luas agar hasil produksi dapat memberikan keuntungan yang lebih optimal.