WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Banyaknya arsip foto lama yang belum terdata di Kabupaten Tabalong menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan sejarah daerah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tabalong mendorong upaya digitalisasi melalui kegiatan kurasi koleksi foto Tabalong Tempoe Doeloe.
Kegiatan kurasi tersebut digelar di ruang depo arsip Dispersip Tabalong pada 7 April 2026. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya mengidentifikasi sekaligus menyelamatkan arsip foto bersejarah agar dapat diakses oleh masyarakat luas.
Kepala Bidang Pengelolaan, Perlindungan, dan Penyelamatan Arsip Dispersip Tabalong, Rustiana Rezekiah, mengatakan Tabalong memiliki kekayaan sejarah yang penting untuk dikenalkan kembali kepada generasi muda.
“Nilai sejarah di Tabalong sangat banyak dan penting untuk dikenalkan kembali, khususnya kepada generasi muda agar tidak terputus,” ujarnya. Minggu (12/4/2026).
Ia menjelaskan, banyak foto lama yang saat ini masih disimpan secara pribadi oleh masyarakat dalam kondisi yang memprihatinkan. Sejumlah arsip bahkan mengalami kerusakan seperti memudar hingga hilang karena tidak dirawat dengan baik.
Selain faktor kerusakan fisik, persoalan lain yang dihadapi adalah belum terdatanya sebagian besar arsip yang tersebar di masyarakat. Rendahnya kesadaran dalam merawat dan mendokumentasikan arsip turut menjadi kendala dalam upaya penyelamatan sejarah daerah.







