Tantangan Para Guru Mengaji Ajari Anak-anak Muslim di Inggris Mengaji Alquran

Abu Yusuf merupakan mahasiswa doktoral bidang kesehatan yang bekerja di sebuah rumah sakit di Thailand Selatan.

“Tantangan terbesar mengajari anak mengaji di Inggris ini kan memang komunitasnya tidak banyak, jadi perlu fokus agar anak-anak merasa diperhatikan dan juga senang. Beda kalau di Thailand, di Indonesia atau Malaysia. Teman anak-anak yang mengaji banyak, baik di rumah maupun di surau, jadi mereka senang,” kata Abu yang sedang melakukan riset tentang manfaat madu untuk medis modern.

Abu mengungkapkan, kendala lain mengajar mengaji anak-anak yang terlahir di Inggris adalah mengenai makhraj atau bunyi huruf.

“Jadi kalau anak-anak Inggris itu kan lidahnya agak beda, terutama kalau kita tekankan makharijal huruf, atau makhraj. Itu kan agak susah untuk anak-anak Inggris, semisal huruf ‘ain, dhot, syin, dan beberapa huruf lain, tapi ya saya ajari pelan-pelan, tidak seratus persen sesuai, yang penting mereka nyaman dulu mengaji Alquran,” katanya.

Sebagaimana Abu Yusuf, guru mengaji Alquran lainnya, Suwondo juga menghadapi tantangan yang sama ketika mengajar mengaji anak-anaknya.

“Kalau di Inggris ini, guru mengaji tidak banyak, jadi sebagai orangtua saya harus disiplin mengajari anak mengaji. Kalau tidak, ya mereka tidak ada yang mengajari,” kata Suwondo yang merupakan mahasiswa master di University of Southampton.

Pria kelahiran Lamongan ini menegaskan dia meluangkan waktu khusus tiap hari untuk mengajar anak mengaji.