Tantangan Para Guru Mengaji Ajari Anak-anak Muslim di Inggris Mengaji Alquran

Ia mengisahkan, ketika khataman Alquran dengan keluarga Brunei, banyak tamu hadir bahkan juga istri dari Duta Besar Brunei Darussalam untuk Inggris Raya pada waktu itu.

Setiap pekannya, Kartini, yang dikenal sebagai qari atau pembaca ayat Alquran yang bersuara merdu dan sering menjadi qari dalam agenda-agenda pengajian yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, mengalokasikan waktu sekitar lima jam untuk mengajar.

Ia juga pernah mengajari orang Pakistan dan Inggris.

Selepas mengajar Alquran keluarga Brunei, Kartini kemudian berpikir untuk fokus mengajar anak-anak orang Indonesia yang bermukim di Inggris.

“Setelah khatam itu, saya berpikiran, kenapa saya mengajar orang lain, mengapa tidak mengajar orang Indonesia saja? Akhirnya ada orang Indonesia menghubungi saya dan kemudian saya mengajar sekitar enam sampai tujuh anak dan berlangsung sampai delapan tahun. Waktu itu, yang khatam Alquran hanya satu orang, karena memang punya kendala masing-masing. Ada yang baru juz 5 sudah selesai, karena terkendala tempat yang jauh, dan sebagainya,” bebernya.

Alquran terdiri dari 30 juz atau bagian.

Kartini yang berasal dari Pati, Jawa Tengah ini, biasanya mengajar dengan cara langsung dengan minimal satu pertemuan berlangsung selama satu jam.

“Nah, ketika mengajar mengaji, saya sempatkan juga mengajar salat kepada mereka. Termasuk gerakan dan bacaan semua, juga doa-doa pendek, semisal ayat Kursi, Alhamdulillah mereka sekarang sudah bisa semua,” katanya.

Lain lagi kisah Abu Yusuf, Muslim asal Pattani, Thailand Selatan yang bermukim di Inggris.