Guru Wildan Sudah diperiksa Bawaslu, Ungkap Jelang PSU Ada yang Gencar Gunakan Politik Fitnah
Guru Wildan memberi contoh fitnah yang diviralkan bahwa Habib Hasan Abdurrahaman telah mendukung paslon tertentu, sehingga belakangan Habib Hasan terpaksa meluruskan fakta dan terpaksa menyampakan secara terbuka mendukung Paman Birin. Juga fitnah lain yang diviralkan mengenai Guru Haji Abdul Muin Dalam Pagar yang seolah telah hijrah ke paslon tertentu.
“Bapak mertua saya (Guru Haji Abdul Muin) dikabarkan telah mendukung paslon tertentu. Padahal faktanya tidak seperti itu. Pada malam nisfu syaban itu, mereka tiba-tiba datang ikut pengajian. Keluarga mertua tentu saja tidak bisa melarang orang mau ikut pengajian. Padahal sebagai tamu, adabnya mereka bertelepon terlebih dulu kepada tuan rumah untuk minta izin. Ini tidak minta izin, tiba-tiba datang ikut pengajian, kemudian sebelum pulang foto-foto. Hal yang membuat keluarga mertua marah, ternyata foto dipergunakan untuk bahan fitnah seolah mertua mendukung mereka,” kata Guru Wildan.
Sebagaimana diberitakan berbagai media massa, pada Sabtu (3/4/2021), Ahmad bin Guru Haji Abdul Muin mewakili pihak keluarga Guru Haji Abdul Muin Dalam Pagar Martapura, menyatakan tak pernah mengundang calon gubernur Denny Indrayana pada malam nisfu sya’ban.
Ahmad yang tak lain ipar Guru Wildan, bahkan menegaskan bahwa orang tuanya tak pernah menyatakan hijrah ke paslon 02 seperti beredar di sosmed.
“Pada malam nisfu sya'ban, pasangan calon 02 datang sendiri secara mendadak. Tidak diundang dan kami tidak tahu sebelumnya,” kata Ahmad.
Menurut Ahmad, dirinya memberi klarifikasi agar video kedatangan Denny Indrayana pada malam nisfu syaban yang diberi narasi seolah keluarga Guru Haji Abdul Muin Dalam Pagar mendukung paslon 02, tak berkembang menjadi fitnah.
“Orang tua kami Guru Haji Abdul Muin secara resmi tidak pernah menyatakan hijrah ke paslon 02 seperti beredar di medos. Sekian klarifikasi kami agar tidak berkembang menjadi fitnah,” kata Ahmad. (*)
Editor : Hasby