Grup ‘whatsapp’ tersebut digunakan oleh anggota kelompok Villa Mutiara untuk berkomunikasi dan mempraktekkan cara-cara melakukan teror.
Komunikasi dalam grup whatsapp tersebut mereka membicarakan tentang rencana-rencana “amaliyah” selanjutnya, dan juga membicarakan, mempraktekkan bagaimana membuat atau merakit bahan peledak. (ant)
Editor: Yayu Fathilal







