Asosiasi Muslim Startup Indonesia Targetkan Ratusan Peserta Ikuti Tantangan Pada 5 Hingga 7 April 2021 Mendatang
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Asosiasi Muslim Startup Indonesia (AMSI) mengajak para Angel Investor dan Venture Builder untuk memberikan manfaat dalam membangun ekonomi umat untuk mendanai startup yang selama ini banyak memecahkan masalah kehidupan manusia yang memudahkan berbagai aspek kehidupan.
Melalui rilis yang diterima wartabanjar.com, AMSI menargetkan ada 100 Startup yang akan mengikuti dan menerima tantangan pada AMSI Challenge 2021 yang baru pertama kali digelar ini. Registrasi peserta AMSI Challenge 2021 ini tidak dipungut biaya, peserta hanya perlu mengisi formulir dan mengikuti instruksi pendaftaran pada formulir online AMSI Challenge 2021, yaitu di muslimstartup.id/amsichallenge2021, pendaftaran berakhir pada 31 Maret 2021 pukul 23.59 WIB.
AMSI telah berdiri selama satu tahun, dan sudah melakukan berbagai kegiatan dan pembinaan pada para startup dan talent yang menjadi Associated Member di AMSI. Anggota AMSI berjumlah 45 Startup, 1.586 Hustler, 3.543 Hipster, 1.232 Hacker, 1.361 Startup Enthusiast, dan 92 Global Talent.
Berbagai kegiatan yang sudah AMSI lakukan, mulai dari Webinar AMSI SOLID (Menghadirkan para expert yang fokus pada pembinaan startup), AMSI Ta’aruf Online (Event Matchmaking yang mempertemukan para founder dan talent startup), The Ummah Business Talk (menghadirkan para Pelaku Bisnis Startup Global, yaitu Para Founder, Expert, dan juga Akademisi dari berbagai Belahan Negara Islam di Seluruh Dunia), dan Startup Mengaji (Event Kajian rutin yang menghadirkan para ustadz fiqih muamalah).
AMSI mengumumkan Startup Pitching Competition. Bertabur Panelis, Angel Investor dan Startup Builder Berskala Global, dengan tajuk AMSI CHALLENGE 2021 “The World's Biggest Muslim Startup Pitch Day”yang akan dilaksanakan pada 5-7 April 2021.
Rangkaian event ini dilaksanakan secara virtual, yang akan dibuka dan sekaligus keynote speaker oleh Putu RahwidhiyasaDirektur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Keuangan Ekonomi Syariah (KNEKS).