BNPB Akan Serahkan Bantuan Dana Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir HST
"Khusus desa Alat, target relokasi adalah di RT 05, karena disana kondisi geografisnya berada di dataran tinggi dan kondisinya ketika ada banjir susulan insyaallah aman," ujar Syafaat.
Selanjutnya, tinggal nanti kami memastikan terkait kepastian luas lahannya. Infonya dari camat dan pemilik lahan, luasnya sekitar 3 hektar yg bisa dibebaskan.
Kalau tanah untuk relokasi sudah ditentukan titiknya, berikutnya kita koordinasikan dengan dengan tim pengadaan tanah dan Sekda sebagai memutus pembayarannya. "Mudah-mudahan dalam waktu singkat sudah ada kepastian.
Untuk dana pengadaan tanah, insyallah Pemerintah Daerah bisa memenuhi, baik dari APBD nantinya maupun bantuan dana yang masuk dari berbagai Kabupaten atau perusahaan dan relawan," tukasnya.
Syafaat menyatakan, dengan bantuan dari berbagai daerah tersebut, setidaknya mengurangi beban pemerintah daerah dan tidak terlalu menguras APBD.
Sedangkan kondisi di Desa Baru, Waki, beda kondisi gegrafisnya dengan di Desa Alat dan masyarakat tidak mau direlokasi dengan alasan mereka sudah merasa nyaman disana dan wilayah tersebut memang masih berada di dataran tinggi dan baru kali ini warga sana merasakan dampak banjir, sebelumnya tidak pernah.
"Jadi, ketika kita bangunakan huntap disana harus dengan konsep sistem rumah panggung atau beton tahan terhadap banjir," kata Syafaat.
Tinggal nanti ada semacam bangunan pengarah sungai yang pembangunannya sedang dikoordinasikan dengan Dinas PUPR. Karena jalur sungai itu tidak belok kiri tetapi mengarah ke permukiman warga. "Konsepnya nanti kita teliti lebih mendalam," katanya.
Nantinya, yang perlu pihaknya perhatikan adalah konsep penataan permukiman, baik itu drainasinya dan sistem konstruksi bangunan yang tahan benturan. "Karen kami lihat disana ada satu buah rumah beton yang tahan dan tidak hancur saat banjir beberapa waktu lalu," katanya. (ant)
Editor: Erna Djedi