WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Bulan Syawal disebut sebagai penyempurna ibadah Ramadan.
Syawal juga kerap disebut sebagai bulan untuk meningkatkan ibadah, sehingga amalan di bulan Ramadan tak hanya berakhir saat lebaran tiba, namun ditingkatkan lagi dengan menjalankan amal ibadah lainnya ketika Syawal tiba.
Selain puasa sunnah enam hari, ada beberapa amalan yang dianjurkan dilaksanakan di bulan Syawal ini agar tetap memperoleh pahala yang melimpah.
Dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (24/3/2026), berikut ini amalan yang dianjurkan dilakukan di bulan Syawal ini, antara lain:
1. Mengqadha atau mengganti iktikaf dan amalan-amalan sunnah lainnya yang terlewatkan.
Nabi Muhammad pernah melakukan Qadla’ iktikaf di bulan Syawal, ketika istri-istri beliau membuat kehebohan di rumah, karena mendirikan tenda-tenda di area masjid Nabawi, demi mengikuti i’tikaf bersama Nabi.
Beliau pun terkejut, dan meminta para istrinya ini untuk membongkar tenda-tenda yang telah dibuat.
Akhirnya, untuk sementara waktu beliau pun tidak beriktikaf di masjid.
Nabi mengganti iktikaf yang tidak dilakukan ini di bulan Syawal.
Cara menggantinya pun mudah, yaitu meniatkan iktikaf yang dilakukan di masjid ini untuk mengganti yang terlewat di bulan Ramadan.







