WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Bagi umat Islam, ada satu amalan ibadah yang dianjurkan konsisten dikerjakan tiap hari setelah Sholat Subuh dan sebelum Sholat Zuhur, yakni Sholat Dhuha.
Berikut bacaan niat, tata cara dan keutamaan Sholat Dhuha yang bisa dikerjakan minimal 2 rakaat dalam jumlah genap semisal 4 rakaat, 6 rakaat dan seterusnya, sehingga tidak memerlukan waktu lama atau tidak sampai 1 jam untuk mengerjakannya.
Melansir Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah karya Ustaz M. Syukron Maksum disebutkan Sholat Dhuha dikerjakan saat matahari sedang naik.
Umat Islam yang istikamah atau konsisten menjalankan amalan ibadah ini bakal mendapat banyak pahala dan manfaat.
Seperti sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. dalam hadis yang berbunyi:
Qaala Rasulullahi SAW: “Man Haafazha ‘Alaa Syufatidl Dluha, Ghufira Lahu Dzunubuhu Wa In Kaanat Mitsla Zabadil Bahri
Artinya :
“Siapa saja yang dapat mengerjakan Sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (HR Turmudzi)
Tata Cara Sholat Dhuha
- Ucapkan niat Sholat Dhuha
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Ushalli Sunnatal Dhuha Rak’ataini Lillaahi Ta’alaa
Artinya: Aku niat sholat sunah Dhuha dua rakaat, karena Allah Ta’aala.
- Takbirotul Ihram
- Membaca Doa Iftitah (sunnah)
- Membaca Surah Al-Fatihah
- Membaca Surah pendek Alquran (dianjurkan Surah Ad-Dhuha dan As-Syams)
- Ruku’ dengan tuma’ninah
- I’tidal dengan tuma’ninah
- Sujud dengan tuma’ninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
- Sujud kedua dengan tuma’ninah
- Tasyahud (awal dan akhir) dengan tuma’ninah
- Salam
Setelah Sholat Dhuha ada doa yang sebaiknya dibaca, yakni:
Allahumma innad Dhuha-a Dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi Dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta ‘ibadakas sholihin.







