WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Durasi tidur yang cukup menjadi kunci utama menjaga kesehatan otak dan mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Tak sekadar istirahat, tidur juga merupakan proses penting untuk pemeliharaan biologis tubuh agar kesehatan fisik dan mental senantiasa terjaga.
Dokter Hoang Tien Trong Nghia, Kepala Departemen Neurologi Rumah Sakit Militer 175 Vietnam menjelaskan bahwa kebutuhan tidur tiap orang berbeda-beda dan tergantung usia juga.
Rekomendasi ini merujuk pada lembaga seperti National Sleep Foundation dan American Academy of Sleep Medicine (AASM).
Orang dewasa berusia 18–64 tahun disarankan tidur selama 7–9 jam per malam.
Sementara itu, lansia di atas 65 tahun membutuhkan sekitar 7–8 jam tidur.
Anak-anak dan bayi memerlukan waktu tidur lebih lama karena otak mereka masih berkembang, yaitu 14–17 jam untuk bayi dan remaja 8–10 jam.
Menurut Dr Nghia, selama tidur otak menjalankan fungsi penting yang tidak dapat dilakukan saat terjaga, termasuk membersihkan limbah metabolisme melalui sistem glymphatic.
Saat tidur nyenyak, ruang antarsel otak melebar sehingga cairan serebrospinal dapat membersihkan protein beracun seperti beta-amiloid yang berkaitan erat dengan penyakit Alzheimer.
Selain itu, tidur juga berperan dalam memperkuat memori dan proses belajar.
Informasi diproses dan dipindahkan dari memori jangka pendek ke penyimpanan jangka panjang di korteks serebral, terutama saat fase tidur REM dan gelombang lambat.







