Segini Jam Tidur Ideal Manusia untuk Cegah Alzheimer dan Tingkatkan Kesehatan Otak

Proses ini, sambungnya, juga membantu menyeimbangkan koneksi saraf.

“Selama terjaga, otak terus membentuk hubungan baru yang menguras energi, sementara tidur berfungsi “memangkas” koneksi yang tidak diperlukan,” paparnya.

Tidur juga berpengaruh pada kestabilan emosi.

Interaksi antara amigdala dan korteks prefrontal diatur kembali saat tidur, sehingga seseorang dapat berpikir lebih jernih dan mengelola emosi dengan baik keesokan harinya.

Namun, kualitas tidur sama pentingnya dengan durasinya.

Otak membutuhkan 4–5 siklus tidur setiap malam, dengan durasi tiap siklus sekitar 90–110 menit, yang mencakup fase tidur ringan, nyenyak, dan REM.

Tidur selama delapan jam tetapi sering terganggu, misalnya akibat sleep apnea, dapat mengurangi kualitas tidur nyenyak.

Kondisi ini bahkan dinilai lebih buruk dibandingkan tidur enam jam tanpa gangguan.

Karena itu, memastikan tidur selama 7–8 jam tanpa gangguan setiap malam menjadi kunci agar fungsi otak tetap optimal dan risiko penyakit degeneratif dapat ditekan. (wartabanjar.com/yayu/berbagai sumber)

Editor: Yayu