WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Peningkatan signifikan jumlah sumber daya manusia (SDM) dan aktivitas operasional di Rumah Sakit Borneo Citra Medika (RSBCM) Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan ternyata membawa konsekuensi logis berupa meningkatnya potensi risiko kerja di fasilitas kesehatan tersebut.

Menyadari ancaman laten yang mengintai di area vital medis, manajemen RSBCM mengambil langkah taktis dengan menggandeng Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanah Laut untuk membekali ratusan karyawannya di Pelaihari, Kamis (21/5/2026).

Langkah pencegahan ini dinilai krusial, mengingat rumah sakit merupakan objek vital berisiko tinggi di mana evakuasi pasien saat terjadi keadaan darurat memerlukan kompetensi khusus dan ketenangan ekstra dari seluruh lini staf.

Baca Juga 6 Wilayah Kalsel Status Waspada Curah Hujan Tinggi di Prakiraan Cuaca Dasarian II Mei

​Pelatihan yang digelar secara intensif ini melibatkan seluruh jajaran, mulai dari petugas keamanan (security), staf medis seperti perawat dan dokter, hingga karyawan administratif.

Mereka tidak hanya dicekoki teori dasar terbentuknya api (segitiga api) dan teknik lokalisasi titik kebakaran, tetapi juga digembleng dalam prosedur evakuasi ketat serta manajemen kepanikan massal.

Saat sesi praktik lapangan, suasana riuh terlihat ketika para karyawan secara bergantian dilatih menjinakkan kobaran api terkontrol menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Di bawah instruksi ketat personel Damkar, mereka diwajibkan menguasai metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) serta jeli memilih jenis tabung pemadam yang tepat sesuai klasifikasi bahan yang terbakar.

Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan Satpol PP dan Damkar Tanah Laut, Supriyanto Purwohadi, menegaskan bahwa penambahan intensitas aktivitas di RSBCM memang wajib diimbangi dengan penguatan kompetensi mitigasi bencana yang mumpuni.

Seiring bertambahnya karyawan dan ramainya aktivitas operasional di Rumah Sakit Borneo Citra Medika ini, tentu potensi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran juga ikut meningkat.

Makanya, peningkatan kapasitas SDM di sini mutlak diperlukan. Jangan sampai saat ada percikan api, petugas di lapangan justru bingung atau panik," ujar Supriyanto Purwohadi di sela-sela kegiatan.