WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Polemik muncul setelah beberapa pemain Timnas Putri Iran mengajukan suaka di Australia usai tampil di Piala Asia Wanita 2026. Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri menuding Australia telah “menyandera” para pemain tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa para pemain yang memutuskan tidak kembali ke negaranya sebenarnya sedang ditahan atau dipengaruhi oleh pihak Australia. Ia juga menyerukan agar para atlet tersebut kembali ke Iran.
Kontroversi ini bermula setelah sejumlah pemain Timnas Putri Iran mengajukan permohonan suaka di Australia setelah mengikuti Piala Asia Wanita 2026. Beberapa pemain yang dilaporkan meminta perlindungan di antaranya Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramezanizadeh, dan Mona Hamoudi.
Menolak Menyanyikan Lagu Kebangsaan
Permintaan suaka itu dipicu oleh kekhawatiran para pemain terhadap kemungkinan tekanan atau persekusi jika kembali ke Iran. Sebelumnya, mereka sempat menjadi sorotan setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan Iran sebelum pertandingan di turnamen tersebut.
Aksi tersebut dilakukan di tengah situasi politik yang memanas di Iran. Akibat tindakan itu, sejumlah media di Iran menyebut para pemain sebagai pengkhianat terhadap rezim pemerintah.







