WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Suasana haru menyelimuti Stadion Piala Dunia Seoul (3 Agustus 2025), saat Son Heung‑min memimpin Tottenham Hotspur melawan Newcastle United dalam laga pramusim terakhirnya bersama Spurs. Duel 1‑1 itu menjadi momen pamungkas setelah pengumuman kepergiannya yang digelar sehari sebelumnya, saat kapten Spurs itu menyatakan keputusan hengkang sebagai yang paling sulit dalam kariernya.
Alur pertandingan dan hasil laga:
Pertandingan dimulai dengan gol cepat Brennan Johnson pada menit ke‑4, memanfaatkan kekeliruan lini belakang Newcastle. Namun sebelum babak pertama usai, Harvey Barnes menyamakan kedudukan dengan tembakan keras ke tiang dekat. Skor imbang 1‑1 bertahan hingga akhir laga, menutup rangkaian tur Asia Tottenham dengan dua hasil utama: imbang melawan Newcastle dan kemenangan atas Arsenal sebelumnya.
Momen perpisahan di lapangan:
Son mengenakan ban kapten dan bermain sejak awal. Saat ia digantikan di menit ke‑64 atau 65, pemain dari kedua tim membentuk guard of honour untuk menghormatinya. Ribuan suporter menyanyikan namanya sambil standing ovation yang membuat sang bintang tak kuasa menahan air mata sambil berjalan ke bangku cadangan. Emosi makin tumpah hingga ke ruang ganti.
Statistik dan legacy di Spurs:
Selama sepuluh musim membela Spurs sejak 2015, Son telah mencetak 173 gol dari 454 penampilan, menjadikannya pencetak gol terbanyak kelima sepanjang sejarah klub dan pencetak gol asing terbanyak. Ia juga membantu Tottenham mengakhiri puasa gelar 17 tahun dengan meraih UEFA Europa League pada Mei 2025. Keputusannya hengkang disebut-sebut karena ia membutuhkan tantangan baru setelah meraih semua prestasi penting di klub tersebut.







