”Karena penyaluran bantuan logistik akan jauh lebih efektif dan cepat sampai. Kalau bertahan di rumah masing-masing, petugas kami harus berjibaku menembus jarak yang cukup jauh di tengah genangan,” tegasnya.

Guna mengoptimalkan pemantauan pergerakan cuaca hingga awal tahun mendatang, BPBD Kalsel memperketat integrasi data bersama BMKG. 

Ronny menjelaskan, langkah mitigasi yang dijalankan di lapangan akan sepenuhnya mengacu pada sistem peringatan dini dan analisis dinamika atmosfer terkini.

”Sinergi tersebut kini dipadukan dengan pemanfaatan platform pemetaan digital dari BMKG,” paparnya. 

Ronny menilai, sistem ini memungkinkan seluruh personel di daerah untuk memantau indikator kerawanan banjir secara mendalam, bahkan hingga jangkauan wilayah kelurahan dan desa.

"Kami terus memperbarui data berdasarkan mitigasi dari BMKG, termasuk memanfaatkan sistem pemetaan digital baru yang bisa mendeteksi kerawanan hingga tingkat desa dan kelurahan," pungkasnya. (wartabanjar.com)